Arabian Night Story – Dongeng Ali Baba dan 40 Penyamun

Pada suatu hari, di sebuah kota yang dikelilingi oleh gurung pasir, hidup dua orang bersaudara yang bernama Ali Baba dan Kasim. Kedua saudara itu memiliki sifat dan karakter yang jauh berbeda. Kasim, Kakaknya adalah orang yang iri, tamak dan sombong. Sedangkan Ali Baba adalah orang yang ramah, sederhana dan giat dalam bekerja.
Selepas kematian ayah mereka, Kasim yang tamak menikahi seorang wanita kaya dan mereka selalu hidup dalam kemewahan. Sedangkan Ali Baba menikahi seorang wanita miskin dan memutuskan untuk bekerja menjadi pemotong kayu. Selama Kasim hidup bersama istrinya, dia selalu menghabiskan harta peninggalan ayah mereka, dan dia meneruskan usaha ayahnya yaitu sebagai pedagang, sedangkan Ali Baba menjual kayu yang dia kumpulkan dari hutan untuk menyambung hidup bersama dengan istrinya.


Suatu hari, ketika Ali Baba sedang mengumpulkan kayu bakar di hutan, dia melihat segerombolan perampok berkuda. Ali segera bersembunyi di balik semak yang tinggi supaya tidak terlihat oleh para perampok. Karena jika dia terlihat, dia bisa saja dirampok bahkan mati ditangan mereka. Ali bersembunyi dan melihat mereka berhenti di depan sebuah gua batu. Kemudian kepala perampok itu berkata : “Buka..Pintu..!!” dan pintu gua itu terbuka. Ali terkejut karena dia melihat emas yang sangat banyak di dalam gua itu. Ternyata para perampok itu menyembunyikan harta hasil rampokkan mereka di dalam gua. Dan setelah memasukkan hasil rampokan mereka kedalam gua, kepala perampok itu berkata:” Tutup..Pintu..!!” maka segeralah pintu itu tertutup. Para perampok menggunakan kata-kata sihir itu untuk membuka atau menutup pintu gua.



Gerombolan perampok itu pergi meninggalkan gua untuk mencari harta jarahan lagi. Setelah mereka pergi, Ali Baba mendekati dinding gua itu, dan berkata :”Buka..Pintu..!!” pintu gua itu pun terbuka. Ali terkejut ketika didapatinya banyak emas didalam gua, seperti gunung tingginya dan segeralah dia mengambil beberapa karung emas untuk dibawa pulang. Ketika mengambil emas itu, dia berencana untuk membagikan beberapa emas untuk tetangga-tetangganya salah satunya bernama Aisyah.

Sesampainya di rumah, Ali Baba bercerita kepada istrinya apa yang telah terjadi dan membagikan beberapa koin emas untuk tetangganya dan juga Aisyah. Aisyah sangat senang dan berterimakasih kepada Ali Baba.
Karena emas yang terlalu banyak, dan mereka tidak bisa menghitungnya, maka istri ali baba meminjam timbangan dari istri Kasim kakaknya. Karena penasaran dengan apa yang akan ditimbang oleh istri ali baba, maka istri kasim menempelkan cairan lilin di timbangannya supaya ada yang melekat di timbangan itu. Dan benar, ketika timbangan itu di kembalian, tertempel lapisan mengkilat seperti lapisan koin emas.

Maka istri Kasim segera memberitahukan kepada suaminya bahwa Ali Baba memiliki banyak emas dirumahnya.
Kasim pun bergegas datang kerumah Ali Baba dan menanyakan dari mana asal emas itu, katanya:” dari mana kamu dapatkan beberapa karung emas itu, apakah itu milik ayah kita?”

Jawab Ali Baba :” Bukan,,”. Kemudian Kasim bertanya lagi :” kalau bukan, lantas dari mana kamu dapatkan itu? Alangkah baiknya seorang adik jika membagikan sebagian emas itu kepada kakaknya.”
Dan Ali Baba pun menjawab :” saya mendapatkan emas-emas ini dari dalam gua di hutan, dan emas ini bukan milik ayah kita melainkan milik beberapa perampok.”

Mendengar hal itu, maka sifat tamak Kasim muncul, dan dia meminta Ali Baba menunjukan jalan ke gua. Sesampainya di gua, Ali Baba memberitahu cara masuk kedalam gua itu dan Kasim pun masuk kedalam. Sebelum Ali Baba pulang, dia memberitahukan kata-kata sihir untuk membuka dan menutup pintu gua itu kepada Kasim.


Karena sifat rakus dari Kasim, dia terlena oleh banyaknya emas di dalam gua itu. Dia memandikan dirinya dalam tumpukan emas, hingga sore harinya ketika dia ingin membawa pulang emas-emas itu dia lupa cara membuka pintu gua. Dia terperangkap di dalam gua seharian.

Sungguh malang nasib Kasim, para perampokpun datang dan melihat Kasim ada didalam gua itu. “ampun…ampuni saya, saya hanya tersesat di dalam gua ini” kata Kasim sambil bersujud memohon ampun kepada kepala perampok. Tetapi karena Kasim  telah mengetahui tempat penyimpanan harta mereka maka di bunuhlah Kasim dan mayatnya dipotong-potong di dalam gua itu.

Istri Kasim yang menunggu di rumah mulai khawatir karena Kasim tidak kunjung pulang. Akhirnya dia meminta bantuan Ali Baba untuk menyusul ke gua tempat menyimpan harta. Ali Baba segera pergi kesana. Disana dia sangat sedih melihat kakaknya terkapar dalam kondisi tidak bernyawa dengan tbuh yang terpotong-potong. Ali Baba membawa mayat Kasim kepada istrinya, Istri Kasim menangis keras melihat suaminya telah meninggal. Sebelum Kasim dimakamkan, Ali Baba membawa tubuh kakaknya itu ke tabib untuk menjahit tubuh kakaknya menjadi satu. Setelah selesai menjahit, Ali memberi upah beberapa koin emas kepada penjahit itu.

Di tempat lain, di gua harta, para perampok terkejut karena mayat Kasim sudah tidak ada.” Tidak salah lagi, ada orang lain yang tahu rahasia tentang tempat penyimpanan harta kita. Ayo kita cari dan bunuh dia.” Kata sang kepala perampok. Merekapun mulai berkeliling pelosok kota mencari orang itu. Ketika bertemu dengan seorang tabib, mereka bertanya.” Apakah akhir-akhir ini ada orang yang kaya mendadak?”

“Akulah orang itu, karena setelah menjahit luka mayat seorang penebang kayu, aku mendapat bayaran koin emas. Dan membuatku menjadi orang kaya.”

“Apa? Mayat? Siapa yang memintamu melakukan itu? Tolong antarkan aku padanya. Nanti akan aku beri uang.”kata kepala perampok.

Setelah menerima uang dari perampok, si tabib lalu mengantarkan para perampok itu ke rumah Ali Baba. Para perampok segera memberi tanda silang di pintu rumah Ali.” Aku akan melaporkan pada ketua, dan nanti malam kami akan datang untuk membunuhnya.” Kata salah satu perampok iyu. Tetangga Ali, Aisyah yang baru pulang berbelanja mendengar dan melihat percakapan tersebut.

Malam harinya, Rumah Ali Baba di datangi lima orang perampok yang menyamar menjadi pedagang minyak dan memohon untuk menginap satu hari dirumahnya karena hari sudah larut malam. Ali yang baik hati mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah dan memperlakukan mereka dengan baik. Ali Baba menghidangkan makanan untuk mereka makan, dan mempersiapkan tempat tidur untuk mereka tidur.  Ali Baba tidak mengenal wajah perampok-perampok itu sehingga ali hanya menganggap mereka tamu yang ingin bermalam dirumahnya. Tetapi Aisyah tetangga Ali yang berada di luar rumah, melihat dan mengenali wajah para perampok tersebut. Dia segera meminta bantuan para pemuda di desa itu untuk membantu Ali yang sedang dalam keadaan bahaya. Agar para perampok tidak curiga, Aisyah lalu menyamar sebagai seorang penari. Dia pergi dan masuk ke rumah Ali untuk menari. Ketika Ali, istri dan para tamunya sedang menikmati tarian Aisyah, para pemuda dan tokoh desa sudah menunggu diluar menunggu isyarat dari Aisyah. Sambil menari, Aisyah menghidangkan anggur kepada kepala perampok itu sampai hampir mabuk. Kepala perampok itu sangat menyukai tarian dari Aisyah dan meminum anggur yang Aisyah sajikan. Akhirnya kepala perampok itu setengah mabuk, dan dalam kesematan itu Aisyah melempar pisau ke arah dada Ketua perampok. Lemparan itu tepat menusuk dada kepala perampok, dan sebagai isyarat untuk para pemuda diluar untuk merangsek kedalam menangkap empat perampok lainnya.

Awalnya Ali Baba dan istrinya sangat terkejut, sebelum Ali Baba bertanya. Aisyah membuka samarannya dan segera menceritakan semua yang dilihat dan didengarnya kepada Ali Baba dan Istrinya.

“Aisyah dan para saudara, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena kalian telah menyelamatkan nyawa kami. Kalau kalian tidak menolong kami, mungkin kami sudah mati di tangan para perampok tadi” Kata Ali Baba terharu.


“Sama-sama Ali, kamupun sering membantu kami disaat kami sedang kesusahan.” Ucap Aisyah. Setelah semua berlalu, Ali membagikan harta peninggalan perampok didalam gua kepada orang-orang miskin di desa mereka yang sangat membutuhkan.




Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita Ali Baba dan 40 penyamun adalah
1.    Jangan memiliki sifat iri hati, serakah dan tamak sama seperti yang dilakukan oleh Kasim, karena keserakahan dan ketamakan hanya akan merugikan diri sendiri karena merasa diri kurang puas terhadap apapun.
2.    Selalu bersyukur dengan apapun yang kita miliki sekarang
3.    Berbuat baiklah kepada orang lain, maka kebaikanmu suatu saat akan dibalas dengan cara yang tidak kita sangka


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Arabian Night Story – Dongeng Ali Baba dan 40 Penyamun"

Post a Comment