50 Mitos tentang Perawatan Anak

Bunda, perlu kita tau bahwa kita hidup di negara yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang beraneka ragam, dengan banyaknya budaya yang kita miliki maka muncullah mitos-mitos  yang beredar di masyarakat Indonesia terutama mengenai kehamilan, ASI, dan mitos dalam pengasuhan anak. Dan tidak bisa kita pungkiri bahwa kita masih berpedoman atau berpatokan pada mitos-mitos tersebut.

Oleh karena itu, obebiku ingin mengupas bersama-sama mengenai mitos atau fakta yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Tujuannya adalah agar kita tidak terpaku oleh mitos-mitos yang salah, sehingga tidak merugikan Bunda dan Bebi baik dalam segi kesehatan maupun tumbuh kembang anak kita nantinya.
Kali ini obebiku akan membahas mengenai mitos-mitos yang muncul di masyarakat Mengenai Perawatan Anak.






Nah, kita kupas bersama yuk...!!!

baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

1. Benarkah Menjemur Anak di Pagi Hari Membuat Anak Lebih Sehat?

Faktanya:
Bunda, ada benarnya menjemur anak di pagi hari membuat anak menjadi lebih sehat karena di dalam sinar matahari mengandung vitamin yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang anak. Tetapi sebaiknya jangan terlalu lama membiarkan anak anda berada di bawah matahari secara langsung. Waktu yang baik untuk menjemur anak adalah pukul 08.00 WIB selama 10-15 menit saja.

2. Benarkah Semakin Cepat Anak Berhenti Mengompol, maka Semakin Cepat Pintar?

Faktanya:
Bunda, Usia anak yang masih wajar mengompol adalah 2 tahun. Jadi jika usia anak anda lebih dari 2 tahun maka tidaklah wajar. Karena di usia 2 tahun, anak bisa mengontrol kandung kemihnya. Sehingga anak bisa menahan sebentar ketika ingin buang air kecil. Sebaiknya bunda memeriksakan buah hati jika masih mengompol di usia 3 tahun.

3. Benarkah Embun Pagi Hari yang Ada di Rumput Bisa Membuat Anak Cepat Berjalan?

Faktanya:
Embun pagi memang bisa merangsang saraf-saraf di telapak kaki anak dan meneruskannya ke otak anak, Bunda. Cara kerjanya adalah ketika anak menginjakkan kaki di rumput yang terdapat embun maka kaki anak akan terasa di pijat dan hal ini akan memancing anak untuk mulai melangkah dan berjalan. Walaupun pendapat ini ada benarnya tetapi mungkin hanya berdampak sedikit buat anak.

4. Benarkah Anak yang Mengulum Bibir Tanda Anak Mau Tumbuh Gigi?

Faktanya:
Memang ada benarnya jika anak yang mengulum bibir merupakan pertanda gigi anak mulai tumbuh, pasalnya anak akan merasa gatal dan tidak nyaman di dalam rongga mulutnya. Rasa gatal dan tidak nyaman tersebut yang akan membuat anak anda bertingkah laku seperti mengulum bibirnya atau mulai menggigit apapun didekatnya, hal itu merupakan upaya anak mengurangi rasa gatal tersebut.

5. Benarkah Mencret Merupakan Pertanda Anak Bertambah Pintar?

Faktanya:
Dalam ilmu kedokteran, mencret pada anak disebabkan oleh timbulnya enzim-enzim baru yang muncul guna meningkatkan penyerapan gizi makanan. Secara medis mitos ini dibenarkan. Dengan penyerapan gizi yang meningkat itulah yang akan membuat anak semakin pintar. Tetapi, bukan berarti harus dibiarkan begitu saja, karena sebagian besar penyebab mencret adalah virus atau bakteri. Bunda harus segera memeriksakan anak ke dokter pribadi anda karena bisa berakibat fatal seperti anak akan merasa dehidrasi, dan parahnya lagi jika tidak segera ditangani bisa meninggal dunia.

6. Benarkah Saat Anak Demam Harus Dikompres dengan Alkohol?

Faktanya:
Alkohol tidak akan menghilangkan demam anak, walaupun memberikan rasa dingin dikulit. Bila Bunda tetap mengompres anak dengan alkohol, maka sama saja seperti memberikan anak minum alkohol. Karena efek samping yang akan ditimbulkan sama. Cara mengompres yang benar adalah dengan menggunakan air hangat kemudian di usapkan ke seluruh tubuh anak dengan kain lembut selama beberapa menit.

Alkohol yang sering digunakan untuk kepentingan medis berkadar 70% dan bersifat sangat toksik karena mudah sekali diserap oleh kulit. Secara fisik alkohol memang terasa dingin tapi tidak akan mempengaruhi suhu tubuh anak secara internal.

7. Benarkah Membaluri Anak dengan Bawang Merah Saat Demam?

Faktanya:
Bawang merang memang bersifat panas dan bisa melebarkan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan suhu tubuh anak. Akan tetapi, bawang merah bersifat iritatif bagi kulit sehingga bagi sebagian anak menimbulkan kelainan dikulit seperti luka bakar ringan. Bau bawang merah yang menusuk juga menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak. Padahal, menciptakan rasa nyaman pada anak sangat membantu proses kesembuhannya. Jadi pertimbangkanlah jika Bunda ingin membaluri anak dengan bawang merah.

8. Benarkah Anak yang Tumbuh Gigi Selalu Disertai Demam?

Faktanya:
Pada beberapa anak terkadang timbul demam dengan derajat rendah < 38,5C. Namun, ada juga yang tidak disertai dengan demam. Ada anak yang tiba-tiba giginya sudah mulai merekah pada gusi sehingga membuat gatal dan sakit pada anak.

9. Benarkah Kopi Dapat Mencegah dan Mengobati Kejang Demam Pada Anak?

Faktanya:
Tidak benar jika kopi dapat mengobati kejang demam pada anak. Jangan sekali-kali memasukan kopi atau benda apa pun ke dalam mulut anak ketika sedang mengalami kejang. Mungkin jika salah memasukan malah akan membuat anak tersedak dan kopi masuk ke saluran pernapasan, sehingga anak bisa berhenti bernapas karena saluran pernapasannya tersumbat. Tidak ada manfaat apa pun dari kopi untuk mencegah atau mengobati kejang demam.

Penyebab kejang demam pada anak adalah karena adanya gangguan hantaran listrik di otak sehingga menimbulkan bangkitan kejang dan risikonya meningkat jika ada riwayat kejang pada orang tuanya atau sudah memiliki kelainan neurologis tertentu.

Pemberian kopi setiap hari pada anak tidak akan menghilangkan kejang demam malahan kandungan kafein di dalam kopi bisa memicu kerja jantung semakin cepat. Efek sampingnya bisa membuat anak menjadi gelisah, susah tidur dan hiperaktif.

10.  Benarkah Memandikan Anak Dengan Air Dingin Membuat Anak Menjadi Kuat?

Faktanya:
Bunda, memandikan anak menggunakan air dingin dengan tujuan agar anak menjadi lebih kuat adalah pemikiran yang salah. Anak sangat rentan terhadap suhu dingin. Air dingin dapat meningkatkan proses pembakaran dan metabolisme tubuh anak sehingga makanan dalam tubuhnya akan cepat  habis hanya untuk mengatur suhu tubuhnya. Akhirnya, anak akan kehabisan tenaga dan mudah terkena sakit misalnya masuk angin atau demam. Sebaiknya mandikan anak menggunakan air hangat, angkatlah anak sebelum dia kedinginan, dan selalu memastikan anak dalam kondisi hangat setelah selesai mandi. Catatan untuk Bunda: Mandi menggunakan air dingin akan lebih aman untuk anak di atas satu tahun.

11. Benarkah Tidak Boleh Memandikan Anak yang Belum Berusia 40 Hari di Sore Hari?

Faktanya:
Banyak masyarakat Indonesia yang mempercayai mitos ini. Tetapi secara medis, mitos ini salah. Anak butuh mandi dua kali dalam sehari. Bunda hanya perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk memandikan anak. Lihat kondisi anak sebelum memandikannya, jika tidak memungkinkan untuk memandikan jangan memandikannya dengan air dingin. Sebaiknya Bunda memandikan anak menggunakan air hangat sampai anak berusia satu tahun.

12. Benarkah Anak Tidak Boleh Dimandikan Jika Tali Pusatnya Belum Lepas?

Faktanya:
Pendapat seperti ini adalah salah, justru tali pusat harus dibersihkan lalu dikeringkan dan dibungkus dengan kain kasa steril. Bunda bisa memandikan anak sambil merawat tali pusatnya. Jika anak tidak dimandikan maka tali pusatnya akan ditumbuhi kuman-kuman dan bisa menyebabkan infeksi pada anak.

13. Benarkah, Anak Tidak Boleh Mandi Waktu Sakit Cacar Air?

Faktanya:
Anggapn seperti ini salah, karena dengan memandikan tubuh anak akan membersihkan nya dari virus atau bakteri yang menempel.  Hal ini penting agar kebersihan kulit anak selalu terjaga. Karena itu, meski anak sedang sakit cacar, Bunda tetap memandikannya ya??. Caranya adalah basahi handuk dengan air hangat dan usapkan perlahan ke tubuh anak dengan lembut. Hindari gerakan menggosok kulit karena akan membuat kulitnya luka, cukup dengan ditekan-tekan perlahan dan lembut.

14. Benarkah Anak yang Disusui Usia 2-3 Tahun Akan Membuat Anak Manja?

Faktanya:
Bunda menyusui anak setelah berusia 2 tahun atau lebih tidak akan membuatnya manja, malahan itu akan membuat kedekatan yang lebih antara ibu dan anak. Secara psikologis anak akan merasa mandiri karena kebutuhan fisiknya dan psikologisnya terpenuhi. Anak akan lebih percaya diri sehingga membuat anak akan mandiri nantinya. Sebaliknya, sifat manja dan tidak dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan orangtua masing-masing anak.

15. Dahi Maju/Jenong Menandakan Anak Itu Pintar

Faktanya:
Bunda memiliki anak berdahi jenong atau maju belum tentu anak tersebut pintar ya bund. Dahi Jenong disebabkan karena faktor genetik atau disebabkan oleh pertumbuhan tulang dahi, hal ini adalah wajar karena tulang tersebut tumbuh kedepan.

16.  Anak Bermain Ludah Merupakan Pertanda Rambut Ibu Akan Rontok

Faktanya:
Mitos ini adalah salah. Dilihat dari segi medis, anak yang bermain ludah malahan bagus karena anak memiliki dan menyimpan banyak cairan ditubuhnya. Demikian juga ketika anak mengeluarkan air liurnya atau "ngeces". Air liur anak berfungsi untuk membunuh bakteri atau kuman yang ada didalam mulut maupun tubuh anak. Jadi Bunda jangan takut dan panik ketika anak anda ngeces. Bunda harus waspada atau memeriksakan anak jika anak anda tidak bermain ludah atau ngeces.

17. Anak Menangis Saat Magrib Pertanda Melihat Makhluk Gaib

Faktanya:
Mitos ini tidak benar. Di saat magrib merupakan saat terjadinya perubahan cuaca, angin, suhu, dan kelembapan disebut dengan istilah circadian rhythm. Suhu yang sebelumnya hangat dan cahaya yang terang di sore hari digantikan dengan suhu yang dingin dan menjelang gelap membuat anak menjadi risau. Karena anak masih sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan udara, maka tidak jarang jika anak tidak nyaman dengan perubahan tersebut. Respon yang sering di tunjukkan oleh anak yaitu menangis. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua jangan membawa anak keluar disore hari sebelum Magrib atau setelah Magrib sebelum Isya.

18. Anak yang Kulitnya Seperti Terbakar Berarti Bajunya Terbakar.

Faktanya:
Kedua hal tersebut tidak ada hubungannya sama sekali. Jadi penjelasannya sebagai berikut, dalam tubuh anak terdapat beribu bakteri maupun kuman. Ketika ada luka dikulit anak, kuman tersebut masuk pada saat daya tahan tubuh anak lemah, sehingga luka itu terbentuk. Luka yang menyerupai koreng seperti terbakar disebut dengan impetigo. Jadi kesimpulannya tidak ada hubungan antara baju anak yang terbakar dengan kulit anak yang terbakar.

19. Popok atau Baju Anak yang Lama Direndam Membuat Anak Masuk Angin

Faktanya:
Sebenarnya hal ini tidak ada hubungannya, tetapi Anak bisa masuk angin karena memakai popok atau baju yang masih basah/lembap. Oleh karena itu Bunda yang ingin memakaikan popok atau baju pada anak sebaiknya pastikan dulu bahwa popok atau baju tersebut benar-benar kering. Sehingga membuat anak merasa nyaman memakainya.

20. Anak Sebaiknya Disapih Sebelum Usia 2 Tahun

Faktanya:
Keputusan untuk menyapih anak sangat bersifat individual. Rekomendasi mayoritas ahli laktasi adalah memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kemudian dilanjutkan sampai dengan 1 tahun bersamaan dengan pengenalan MP-ASI dan boleh melanjutkannya sampai usia 2 tahun atau lebih tergantung dari kesepakatan ibu dan anaknya. Kemandirian tertinggi seorang anak adalah ketika dia memutuskan dengan sendiri atau tanpa paksaan untuk tidak menyusu lagi kepada ibunya.

21. Anak Harus Dalam Keadaan Sehat Ketika Mendapatkan Imunisasi. 

Faktanya:
Mitos bahwa syarat untuk mendapatkan imunisasi adalah anak harus dalam keadaan sehat, mitios ini adalah salah. Walaupun anak sedang mengalami batuk atau pilek, imunisasi harus tetap dijalankan. Imunisasi yang dilakukan saat kondisi anak sedang sakit ringan tidak akan melemahkan daya tahan tubuh anak. Tubuh anak akan tetap membentuk antibodi yang dibutuhkan terhadap vaksin tertentu dan tetap dapat melawan virus yang menyerang tubuhnya.

22. Bubur Instan Memberikan Zat Gizi Lebih Baik Dibandingkan MP-ASI Buatan Sendiri

Faktanya:
Seperti yang kita tau tentang makanan instan, banyak sekali pengawet makanan yang ada didalamnya. Bubur instan dirancang memang untuk memenuhi kebutuhan kekurangan gizi pada anak, tetapi didalam bubur instan sendiri terkandung gula, garam, pengawet makanan yang seharusnya dihindari oleh anak. Bubur instan juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi rasa dan variasi makanan yang sesungguhnya. Padahal, makan merupakan salah satu proses belajar bagi anak.

23. Memberi Minum Susu Yang Banyak Adalah Solusi Bagi Anak Yang Susah Makan

Faktanya:
Dengan memberikan minum susu yang banyak pada anak justru memberikan dampak negatif yaitu anak menjadi kenyang dan tidak mau makan makanan lagi. Sehingga terjadi kekurangan gizi akibat kurangnya asupan zat gizi dari sari-sari makanan, dan akan menghambat penyerapan zat besi pada anak sehingga membuat anak beresiko mengalami anemia defisiensi besi. Selain itu, susu juga mengandung kalori untuk mengenyangkan dan menaikkan berat badan, tetapi beroteni membuat anak menjadi susah makan. Anak lebih cenderung memilih minum susu untuk mengobati rasa laparnya.

24. Anak Laki-Laki Akan Lebih Kuat Menyusunya Sehingga Butuh Tambahan Susu Formula

Faktanya:
Bayi Laki-laki maupun perempuan memiliki kebutuhan gizi yang sama. Jadi mitos ini sama sekali tidak benar. Selain itu, kandungan gizi pada ASI telah dikomposisikan oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bagi anak. Jadi berikanlah ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa MP-ASI seperti susu formula.

25. Anak yang Menggigit Sisir Maka Giginya Akan Rusak

Faktanya:
Mitos ini benar-benar salah. Tidak ada hubungannya antara kedua hal tersebut. Dalam masa oral, anak akan memasukkan apapun yang dia pegang kedalam mulutnya. Hal ini adalah naluri anak untuk mengenali daerah disekitarnya. Pada masa ini peran orangtua sangat penting untuk selalu mengawasi pergerakan dari buah hatinya.

26. Menjemur Pakaian Anak Setelah Magrib Membuat Anak Sakit Kulit

Faktanya:
Mitos seperti ini ada benarnya dari segi medis walaupun tidak secara langsung. Di sore hari menjelang malam binatang kecil seperti serangga mulai keluar mencari makan, nah mungkin ada beberapa serangga kecil yang menempel di pakaian anak, sehingga ketika anak memakainya, kulit anak menjadi gatal dan sakit di kulit. Begitu juga jamur yang tumbuh di malam hari. Jadi ketika baju yang basah di jemur di malam hari membuat pakaian menjadi lembap dan memicu tumbuhnya jamur pada pakaian anak.

27. Menaruh atau Menyimpan Kitab di Dekat Anak Membuat Anak Menjadi Saleh dan Baik, Serta Dijauhkan Dari Makhluk yang Jahat

Faktanya:
Dari segi medis, mitos ini tidak di benarkan. Namun dari segi spiritual, mitos ini mungkin saja benar. Di dalam Kitab mengandung pengalaman-pengalaman spiritual yang bisa membuat pembaca menjadi tenang.

28. Ibu yang Menyusui Tidak Boleh Makan Pete atau Jengkol Karena Pipis Anak Akan Bau Pesing

Faktanya:
Mitos ini tidak benar. Jika Bunda makan pete atau jengkol maka bau urine Bunda yang akan berbau pesing bukan urine anak. Pada dasarnya Ibu menyusui boleh makan apapun asal tidak berlebihan.

29. Anak yang Sakit Mata Bisa Sembuh Jika Dijilat Ludah Ibunya atau Diusap Celana Bekas Ompolnya

Faktanya:
Mitos ini salah. Jika Anak sakit mata segeralah periksakan ke Dokter pribadi anda, bukan disembuhkan dengan dijilat atau diusap dengan celana bekas ompol. Malahan didalam ludah Ibu terdapat berbagai macam bakteri yang bisa membahayakan mata anak. Begitu pula dengan celana bekas ompol yang banyak mengandung kuman dan virus yang bisa membuat sakit mata anak menjadi tambah parah.

30. Anak yang Sakit Mata Atau Ingin Mata Anak Jernih Bisa Ditetesi ASI dan Air Rendaman Kembang Telang

Faktanya:
Jangan coba-coba memasukkan benda asing kedalam mata Anak ya Bunda?. Karena Mata adalah indera yang sangat sensitif dan penting, maka harus selalu steril. Bukannya sembuh, malahan bisa semakin parah dan fatal nanti. ASI memang sumber gizi yang penting dan lengkap bagi tubuh anak, tetapi ASI hanya bisa di konsumsi dan dicerna oleh tubuh anak bukan sebagai obat luar. Jangan sekali-kali meneteskan ASI kedalam mata maupun telinga anak.

31.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "50 Mitos tentang Perawatan Anak"

Post a Comment