Mitos dan Fakta Seputar ASI dan Ibu Menyusui

Bunda, perlu kita tau bahwa kita hidup di negara yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang beraneka ragam, dengan banyaknya budaya yang kita miliki maka muncullah mitos-mitos  yang beredar di masyarakat Indonesia terutama mengenai kehamilan, ASI, dan mitos dalam pengasuhan anak. Dan tidak bisa kita pungkiri bahwa kita masih berpedoman atau berpatokan pada mitos-mitos tersebut.

Oleh karena itu, obebiku ingin mengupas bersama-sama mengenai mitos atau fakta yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Tujuannya adalah agar kita tidak terpaku oleh mitos-mitos yang salah, sehingga tidak merugikan Bunda dan Bebi baik dalam segi kesehatan maupun tumbuh kembang anak kita nantinya.
Kali ini obebiku akan membahas mengenai mitos-mitos yang muncul di masyarakat seputar ASI dan Ibu Menyusui.





Nah, kita kupas bersama yuk...!!!

baca juga: 50 Mitos tentang Perawatan Anak

1. Benarkah Dengan Menyusui Bayi Menyebabkan Payudara Kendur?

Bunda, inilah faktanya: 
Dengan menyusui bayi tidak akan menyebabkan payudara menjadi kendur. Bertambah kencang dan besar payudara bisa berubah karena membesarnya ukuran payudara dan kenaikan berat badan selama masa kehamilan. Payudara bisa kendur akibat pola makan yang tidak sehat, sering merokok dan kurangnya olah-raga. Seiring dengan bertambahnya usia, kelenjar di payudarapun berkurang, dan digantikan oleh jaringan lemak sehingga tidak sekencang dulu lagi.
Pada dasarnya payudara tidak memiliki otot, melainkan terdiri dari jaringan serat, lemak, dan kelenjar yang memproduksi air susu. Jaringan pada payudara secara terus menerus menghasilkan kadar hormon estrogen dan progesteron yang berbeda-beda. Hormon ini akan terus berubah selama menstruasi, kehamilan, menyusui, dan menopause. Tapi ukuran dan bentuk payudara akan berubah secara signifikan selama kehamilan dan menyusui yaitu akan bertambah semakin besar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk dan ukuran payudara:
- BMI (Body massa indeks) yang menentukan ukuran persentase lemak tubuh
- Jumlah kehamilan yang sdah dijalani
- Ukuran payudara sebelum kehamilan
- Usia 
- Sejarah pernah merokok atau tidak

2. Benarkah Payudara Kecil Tidak Bisa Menghasilkan Air Susu yang Cukup?

Bunda, inilah faktanya:
Payudara yang kecil tetap bisa menghasilkan ASI yang cukup, sebaliknya dengan memiliki payudara yang besar belum tentu bisa mencukupi kebutuhan ASI untuk bayi. Banyak sekali calon ibu yang cemas dengan ukuran payudara yang kecil, mereka kuatir tidak bisa menghasilan ASI yang cukup untuk buah hati mereka. Tetpi bunda jangan kuatir tentang hal tersebut, karena produksi ASI didorong oleh beberapa hormon yaitu prolaktin dan oksitosin. Pada umumnya setelah 2-3 hari melahirkan, produksi ASI meningkat karena hormon penghambatnya mulai menurun.

Hormon prolaktin yang memproduksi ASI lebih banyak dihasilkan pada malam hari. Sementara hormon oksitosin dihasilkan oleh otak, yang muncul akibat rangsangan dari puting payudara saat bayi menyusu. Hormon yang keluar dari otak ini kemudian memeras kelenjar-kelenjar yang penuh berisi ASI, untuk selanjutnya keluar melalui puting.
Perasaan positif, seperti senang dan puas terhadap bayi, serta percaya diri bahwa ASI miliknya yang terbaik untuk bayi, bisa membantu refleks oksitosin bekerja. Sehingga akan membuat produksi ASI menjadi lebih banyak. Sedangkan perasaan negatif, misalnya kesakitan, cemas, khawatir tidak punya cukup ASI dapat menghambat kerja oksitosin. Bahkan hal terburuk yang bisa terjadi adalah ASI tidak mau keluar.
baca selangkapnya >>>

3. Benarkah ASI yang Pertama Kali Keluar Harus Dibuang?

Bunda, inilah faktanya:
ASI pertama yang keluar adalah kolostrum yang mengandung banyak zat antibodi untuk kekebalan tubuh bayi. Proses Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ) bahkan salah satunya bertujuan agar bayi bisa memperoleh cairan kolostrum yang sangat berharga ini. Masyarakat Indonesia sering menganggap ASI yang pertama kali keluar dari payudara adalah basi. Anggapan seperti itu adalah salah karena ASI terlindungi dalam payudara ibu hamil sehingga tidak akan basi. Dengan tujuan membunuh kuman, tetesan ASI yang keluar sebelum menyusui bayi boleh saja diolehkan di seputar puting susu ibu.
Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali yang berwarna kuning dan kental. Cairan ini banyak mengandung antibodi penghambat pertumbuhan virus dan bakteri, mengandung vitamin A dan mineral sehingga sangat penting untuk segera diberikan pada bayi begitu lahir. Pedoman pemberiannya, hari pertama dan kedua 5-10 menit per payudara. Hari ketiga dan seterusnya 15-20 menit per payudara.

Manfaat kolostrum yang terdapat dalam ASI yang keluar di 1-2 hari pertama setelah melahirkan:
  • Mempunyai zat kekebalan imunisasi yang tinggi bagi bayi
  • Sesuai dengan kebutuhan ASI yang baru lahir
  • Membantu proses pengeluaran Mekonium. Mekonium adalah kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
  • Kolostrum ASI juga mengandung beberapa zat yang berguna serta bermanfaat dalam jumlah yang tinggi seperti kadungan natrium, kalium dan kolesterol. Kombinasi dari berbagai macam zat gizi serta nutrisi ini akan ampuh dan bermanfaat bagi perkembangan jantung, otak serta sistem saraf pusat bayi.
  • Kolostrum juga mempunyai kemampuan untuk mengurangi timbulnya alergi.
  • baca selengkapnya >>>

4. Benarkah Jika Puting Payudara Rata Maka Tidak Bisa Menyusui?

Bunda, inilah faktanya:
Pada dasarnya semua ibu bisa menyusui bayinya meskipun puting payudaranya rata atau bahkan terbalik. Sebab, bayi menyusu pada areola, dan bukan pada puting payudara. Areola adalah daerah lingkar berwarna gelap disekitar puting yang bisa mengeluarkan ASI. Ketika bayi mulai menempelkan mulutnya pada areola dan mulai menghisap ASI, mulut bayi akan menarik puting ibu keluar. Jika puting payudara rata sebaiknya harus lebih luangkan waktu untuk bayi sejak dari awal kelahiran agar memiliki banyak waktu untuk berlatih menyusui. 

Yang perlu di perhatikan untuk payudara dengan puting datar/rata dan terbenam/terbalik adalah:
  • Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan biarkan bayi melekat sendiri pada payudara.
  • Hindari penggunaan penyambung puting (nipple shield) pada saat menyusui, karena akan menyakiti puting ibu, serta membuat bayi tidak belajar untuk melekat (latch-on) dengan benar pada payudara.
  • Coba beberapa posisi mendekap bayi. 
  • Menegakkan puting sebelum menyusui / merangsang puting dengan menggunakan pompa payudara tangan, tabung suntik, atau menarik puting keluar akan membantu puting untuk keluar dengan maksimal.
  • Membentuk payudara, dengan menopang payudara dari bagian bawah dengan jari-jari, dan menekan bagian atas payudara dengan ibu jari. Tidak memegang payudara terlalu dekat ke putting
  • Selama hamil tidak perlu menarik-narik puting.
  • Pada awal menyusui bisa sulit, tetapi posisi dan pelekatan yang benar akan sangat membantu. Untuk itu diperlukan bantuan dari konselor/konsultan laktasi untuk membantu ibu dengan teknik posisi dan pelekatan pada saat bayi menyusu.
  • Perlu diingat, bahwa bayi menyusu dari payudara (areola/bagian lingkaran hitam pada payudara) BUKAN dari puting.
baca selengkapnya >>>

5. Benarkah Jika Bayi Sedang Diare, maka ASI Tidak Boleh Diberikan?

Bunda, inilah faktanya:
ASI sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bayi secara terus-menerus sampai usia 2 tahun. Jangan berhenti menyusui bahkan ketika bayi mengalami diare atau muntah-muntah. Jika berhenti maka akan mengurangi asupan nutrisi yang penting untuk membentuk daya tahan tubuh bayi yang seharusnya bayi dapatkan. Bahkan diare sering terjadi ketika bayi mengkonsumsi susu formula, karena intoleransi terhadap laktosa. ASI mengandung zat anti bakteri pada bayi yang diare, dan membunuh kuman-kuman di saluran pencernaan bayi yang menyebabkan diare.

6. Benarkah Susu Formula yang Ada Kini Sudah Menyamai Kandungan Gizi ASI?

Bunda, inilah faktanya:
Jawabannya tidak. ASI eksklusif adalah makanan terbaik untuk dikonsumsi oleh bayi, karena didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan bayi. Karena di dalam ASI terkandung lebih dari 200 jenis zat antara lain AA, DHA, Taurin, Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. Beberapa produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut, tetapi hasilnya tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI.

7. Benarkah Bayi Baru Lahir Menangis Karena Lapar, sehingga Harus Diberikan Susu Formula?

Bunda, inilah faktanya:
Bayi yang baru lahir kemudian menangis belum tentu karena dia lapar, akan tetapi bayi juga bisa merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya. Jika ASI masih belum lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2x24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan. Pemberian ASI secara terus-menerus setelah proses persalinan, akan melancarkan ASI secara sendirinya. Hisapan mulut bayi akan membantu melancarkannya. Jangan lupa juga untuk menyusukan bayi anda pada kedua payudara secara bergantian. Hal ini tentu saja harus dibarengi makan makanan bergizi untuk ibu menyusui setiap harinya, agar produksi ASI menjadi bagus dan lancar. Ibu menyusui juga harus minum banyak air putih, karena selama masa menyusui, ibu akan merasa sering kehausan. Ini adalah sebuah hal yang wajar.

8. Benarkah ASI Tidak Bisa Diberikan Oleh Ibu yang Bekerja?

Bunda, inilah faktanya:
Ibu yang bekerja tidak perlu kuatir karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Jika memungkinkan bawalah bayi ketempat anda bekerja, tetapi jika tidak berikanlah ASI perah kepada bayi anda.

9. Benarkah ASI Tidak Bisa Mencukupi Gizi Bayi?

Bunda, inilah faktanya:
Dengan Memberikan Air Susu Ibu (ASI) oleh ibu kepada bayinya selama 2 tahun sejak bayi dilahirkan dapat mengatasi dan menghindari masalah gizi pada bayi sebenarnya. Pemberian ASI eklsklusif adalah pemberian ASI dari seorang ibu kepada bayinya dari usia 0 sampai 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun. Jadi dalam 6 bulan pertama sejak bayi dilahirkan hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan seperti susu formula, madu, air putih, sari buah, biskuit atau bubur bayi. Selanjutnya, dari bayi usia diatas 6 bulan sampai 2 tahun, diberikan ASI dengan tambahan makanan pendamping ASI (MP ASI) seperti bubur, biskuit, dan sari buah.

Perlu untuk diketahui oleh  bunda, bahwa nutrisi yang terkandung dala ASI hampir mencakup 200 unsur zat makanan, dan ASI merupakan cairan tanpa tanding ciptaan Yang Maha Kuasa yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi. Keseimbangan zat-zat dalam ASI berada pada tingkat terbaik dan memiliki bentuk cairan paling baik untuk diterima oleh tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan system saraf.

10. Benarkah Pisang Bisa Diberikan jika Bayi Mengalami Diare?

Bunda inilah faktanya:
Sedikit pengetahuan mengenai diare, bahwa diare adalah mekanisme tubuh mengeluarkan racun, bakteri dan virus. Jika bayi mengalami diare, tindakan yang penting adalah diberikan cairan ASI lebih dari biasanya atau memberikan cairan khusus bayi yang mengandung elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bayi yang diare jangan diberi air saja, sebaiknya diberikan cairan yang mengandung elektrolit (natrium, kalium) dan kalori. Makanan harus tetap diberikan tetapi hindari sayuran karena serat sulit dicerna sehingga bisa meningkatkan frekuensi diarenya. Buah-buahan juga dihindari kecuali pisang dan apel karena mengandung kaolin, pektin, kalium yang berfungsi memadatkan tinja serta menyerap racun yang ada pada tubuh bayi.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mitos dan Fakta Seputar ASI dan Ibu Menyusui"

Post a Comment