Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Bunda,perlu kita tau bahwa kita hidup di negara yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang beraneka ragam, dengan banyaknya budaya yang kita miliki maka muncullah mitos-mitos  yang beredar di masyarakat Indonesia terutama mengenai kehamilan, ASI, dan mitos dalam pengasuhan anak. Dan tidak bisa kita pungkiri bahwa kita masih berpedoman atau berpatokan pada mitos-mitos tersebut.

Oleh karena itu, obebiku ingin mengupas bersama-sama mengenai mitos atau fakta yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Tujuannya adalah agar kita tidak terpaku oleh mitos-mitos yang salah, sehingga tidak merugikan Bunda dan Bebi baik dalam segi kesehatan maupun tumbuh kembang anak kita nantinya.

Kali ini obebiku akan membahas mengenai mitos-mitos yang muncul di masyarakat seputar kehamilan.






Nah, kita kupas bersama yuk...!!!

baca juga: Mitos dan Fakta Seputar ASI dan Ibu Menyusui

1. Benarkah Hubungan Seksual pada Awal Kehamilan Bisa Membahayakan Janin?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak Benar, bahwa hubungan seksual pada awal kehamilan bisa membahayakan janin. akan tetapi ada beberapa keadaan yang bisa membuat terpaksa berlibur berhubungan intim karena dapat membahayakan Ibu dan Janinnya, seperti:
- Pecah Ketuban
- Plasenta Previa
- Mulut Rahim cenderung terbuka ( inkompetensi serviks)
- Rawan Keguguran / persalinan prematur
- Serviks pendek / tipis
- Penyakit menular seksual
Jadi kesimpulannya adalah melakukan hubungan seksual atau hubungan intim saat hamil itu boleh. Namun, jika mengalami gejala-gejala yang tidak wajar seperti pendarahan, nyeri terus-menerus, sering kontraksi segeralah pergi ke dokter pribadi anda untuk mendapatkan penanganan lebih awal.

2. Benarkah Jika Leher Ibu Hamil Menghitam dan Puting Berwarna Gelap Menandakan Bahwa Jenis Kelamin Bayi Laki-Laki?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar, bahwa jika leher dan puting ibu hamil berwarna gelap itu tanda jenis kelamin bayi adalah laki-laki. Perubahan warna pada leher maupun puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Penyebabnya adalah adanya hormon MSH (Melanocyte Stimulate Hormone) dan peningkatan hormon progesteron sehingga merangsang terjadinya perubahan pigmentasi kulit yang menyebabkan wajah, ketiak, leher, puting susu menjadi lebih gelap atau hitam. Selain itu perubahan warna kulit di puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilang setelah melahirkan.

3. Benarkah Jika Perut Ibu Hamil Besar Membulat Menunjukkan Jenis Kelamin Bayi Perempuan?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar, jika perut ibu hamil besar dan membulat menandakan jenis kelamin bayi adalah perempuan.  Faktanya, bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungannya. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar, namun jika posisi janin memanjang, maka perut akan terlihat tinggi. Selain itu bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu hamil yang sudah beberapa kali hamil akan tampak turun karena ototnya mulai kendur.
Dokter kandungan terkadang memang bisa memperkirakan jenis kelamin janin hanya dilihat dari luarnya saja dengan berdasarkan pada hormon-hormon kehamilan. Akan tetapi bukan berarti penilaian hormonal selalu tepat. Dan yang paling tepat untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah pemeriksaan dengan USG. Namun USG pun bisa jadi salah apabila posisi bayi sulit untuk dilihat melalui alat USG.

4. Benarkah Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Susu Kedelai Bisa Membuat Kulit Bayi yang Akan Terlahir Nanti Putih dan Bersih?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar, karena warna kulit bayi hanya dipengaruhi oleh faktor genetik kedua orang tuanya, bukan karena makan makanan tertentu atau minum susu kedelai. Tidak ada satupun bahan yang dapat membuat warna kulit bayi menjadi putih ketika ada dalam kandungan. Bayi yang baru lahir memang tampak lebih gelap karena masih banyak lanugo (rambut halus) yang menempel pada tubuh bayi. Rambut-rambut halus tersebut akan hilang dalam waktu 2 bulan, sehingga setelah 2 bulan warna kulit bayi akan tampak lebih terang.

5. Benarkan Ibu Hamil yang Banyak Mengkonsumsi Jeruk Bisa Menyebabkan Radang Paru-Paru dan Resiko Kuning pada Bayi?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar, jeruk merupakan sumber vitamin C dan serat yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Oleh Karena itu, mengkonsumsi jeruk selama kehamilan sangat dianjurkan.
Pneumonia (radang paru-paru) pada bayi yang baru lahir seringkali berawal pecahnya ketuban sebelum waktunya yang menyebabkan infeksi pada cairan ketuban. Janin berada pada cairan ketuban yang terinfeksi dan menghirupnya sehingga masuk kedalam paru-paru bayi, sehingga terjadi pneumonia dan kadang disertai sepsis.
Untuk kuning pada bayi yang baru lahir paling sering timbul karena fungsi hati masih belum sempurna untuk membuang bilirubin ( pigmen penyebab kuning) dari aliran darah.

6. Benarkan Mempersering Frekuensi Hubungan Seksual Bisa Membuat Bayi Cerdas?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar, karena kecerdasan bayi tidak dipengaruhi oleh hal tersebut diatas tetapi oleh faktor genetik orang tuanya, juga dipengaruhi oleh nutrisi ibu hamil ketika mengandung, racun kehamilan seperti rokok dan alkohol, penyakit yang menyerang ibu hamil, infeksi saat hamil, dan masalah sosio-ekonomi.
Selain itu, frekuensi hubungan seksual yang sering bisa menyebabkan pendarahan pada ibu hamil, dan kelahiran premature pada bayi. Lebih parahnya lagi jika melakukan dalam frekuensi yang sering bisa memicu kontraksi otot rahim sehingga memicu keguguran.

7. Benarkah Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Air Es atau Minuman Dingin Bisa Membuat Bayi Menjadi Besar?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar, jika ibu hamil yang mengkonsumsi banyak air es atau minuman dingin akan membuat janin menjadi lebih besar. Minum air es sebenarnya tidak bermasalah, kecuali ibu hamil menambahkan gula, sirup, madu secara berlebihan. Jika seorang ibu hamil minum air es yang banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan membesar karena kalori yang terkandung dalam gula.
Selain kalori yang terkandung didalam gula, ukuran janin juga bisa ditentukan oleh faktor genetik atau asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin untuk melahirkan bayi yang berukuran besar pula. Beberapa penyakit seperti diabetes juga mempengaruhi ukuran bayi menjadi lebih besar. Minum air es secara berlebihan akan membuat ulu hati menjadi sesak dan ini akan membuat ibu hamil menjadi susah bernapas.

8. Benarkah Ibu Hamil Dilarang Mengkonsumsi Mentimun, Nanas, dan Pisang?

Bunda, inilah faktanya:
Jawabanya Tidak benar. Mengkonsumsi Mentimun, Nanas, dan Pisang justru disarankan karena kaya akan vitamin C dan mengandung serat-serat yang penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ibu hamil terhadap penyakit serta melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan. Nanas sebenarnya merangsang ibu hamil untuk mual karena nanas memiliki sifat yang asam. Akan tetapi semuanya itu harus memperhatikan porsi dalam mengkonsumsinya dan jangan terlalu banyak mengkonsumsi ketiga makanan tersebut.
Mentimun bisa menyebabkan keputihan jika dikonsumsi terlalu banyak oleh ibu hamil. Adapun keputihan itu sendiri tidak selalu membahayakan. Keputihan yang di alami ibu hamil saat hamil dan atau setelah melahirkan adalah normal.  Kecuali jika keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan memiliki warna kekuningan, kehijauan atau kecoklatan. Sebaiknya konsultasikan ke dokter pribadi anda, jika anda memiliki masalah tersebut.

9. Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Daging Kambing?

Bunda, inilah faktanya:
Tidak benar. Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing asal dengan porsi yang wajar. Kecuali ibu hamil memiliki kelebihan kolesterol atau penyakit jantung serta memiliki alergi terhadap makanan tersebut, ini sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Daging kambing memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga mempengaruhi metabolisme asam urat yang berbahaya bagi penderita penyakit kolesterol tinggi maupun penyakit jantung.
Sebenarnya ibu hamil boleh mengkonsumsi daging kambing asalkan tidak berlebihan dan pastikan kondisi daging sudah matang. Dan jangan pernah makan daging dalam keadaan setengah matang karena di dalam daging tersebut masih ada bakteri atau virus yang belum mati.

10. Benarkah Mengurut Perut Harus Rutin Dilakukan Oleh Ibu Hamil?

Bunda, inilah faktanya:
Jawabannya Tidak Benar. Mengurut perut tidak harus rutin dilakukan oleh ibu hamil, bahkan dengan sering mengurut perut dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran dan ganguan janin yaitu janin mengalami stress atau tekanan sehingga pertumbuhannya bisa terganggu. Dengan mengurut perut terus-menerus dapat menimbulkan komplikasi apabila sudah ada gangguan pelekatan plasenta, dimana pelekatan plasenta yang rapuh, mudah lepas dan luruh akan mengakibatkan pendarahan yang bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan"

Post a Comment