Pemeriksaan yang Harus Dijalani Saat Hamil


Pemeriksaan merupakan salah satu tahap yang harus dijalani oleh ibu hamil agar kehamilan aman dan sehat. Ibu hamil bisa memeriksakan kehamilannya di dokter atau bidan minimal 4x pemeriksaan. Alangkah baiknya jika pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali sampai usia kehamilan 6 bulan, sebulan dua kali saat usia kehamilan 7-8 bulan, dan seminggu sekali saat usia kehamilan 9 bulan.

baca juga: Kapan waktu yang tepat bagi ibu hamil melakukan USG

Kenapa pemeriksaan sangat penting bagi ibu hamil?
Pemeriksaan kehamilan begitu sangat penting karena berfungsi untuk memonitor semua aspek tentang kehamilannya, baik ibu maupun janin. Pemeriksaan juga berfungsi untuk mencegah masalah atau penyakit yang mungkin akan timbul selama kehamilan. 

Kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan kehamilan?
Waktu yang tepat untuk memeriksakan kehamilan adalah pertama ketika merasa hamil atau mengalami tanda-tanda kehamilan seperti mual, muntah di pagi hari, berhenti menstruasi atau terdapat dua garis merah saat memeriksa urin. Kemudian pemeriksaan rutin bisa dilakukan sebulan sekali sampai usia kehamilan 6 bulan, sebulan dua kali saat usia kehamilan 7-8 bulan, dan seminggu sekali saat usia kehamilan 9 bulan. 


Pemeriksaan apa saja yang harus dijalani?
Berikut merupakan pemeriksaan-pemeriksaan yang harus dijalani ketika bunda memeriksakan kehamilan:

Pemeriksaan Berat Badan

Setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya maka akan mendapatkan pemeriksaan berat badan ini. Pemeriksaan berat badan bertujuan untuk mengetahui berat ibu hamil dan pertambahan beratnya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menunjukkan apakah pertumbuhan berat badan si ibu normal atau tidak. Jika tidak normal maka ibu hamil akan mendapatkan penanganan khusus yang bertujuan agar pertumbuhan berat badannya menjadi normal kembali. Pertumbuhan berat badan yang tidak normal mungkin terjadi karena adanya kelainan pada janin. Sehingga pemeriksaan ini sangat penting untuk di lakukan.

Pemeriksaan Tinggi Badan

Pemeriksaan tinggi badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ukuran panggul ibu hamil dan mengetahui apakah persalinan bisa dilakukan secara normal atau tidak. Jika ukuran tinggi badan ibu hamil terlalu pendek, dimungkinkan memiliki panggul yang sempit sehingga persalinan tidak boleh dilakukan secara normal dan sebaiknya dilakukan secara caesar. Ibu hamil bisa menyiapkan diri lebih dini jika mengetahui bahwa persalinan akan dilakukan secara caesar.

Pemeriksaan Urine

Selain untuk memastikan kehamilan, pemeriksaan urin juga bertujuan untuk mengetahui apakah ginjal ibu hamil sudah berfungsi dengan baik. Selain itu dengan pemeriksaan urin akan diketahui kandungan protein dan kadar gula dalam urin dan mengetahui apakah ibu hamil mempunyai penyakit diabetes atau tidak.

Pemeriksaan Denyut Jantung

Pemeriksaan detak jantung bertujuan untuk mengetahui detak jantung janin. Denyut jantung janin baru dapat diketahui dengan menggunakan alat Ultrasonografi pada usia kehamilan 8 minggu sedangkan apabila menggunakan alat doppler baru diketahui pada usia kehamilan 10-12 minggu.Sedangkan untuk suara tinggi rendahnya ditentukan karena posisi janin di dalam rahim, kondisi berat badan ibu hamil dan juga keakuratan dalam menentukan usia kehamilan. Denyut jantung janin baru dapat didengar dengan gambaran pada detak jantung yang normal permenit adalah 120-160x.

Pemeriksaan Dalam

Pemeriksaan organ dalam ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kelainan dalam kehamilan seperti adanya tumor dalam rahim, erosi pada mulut rahim. Selain itu juga berfungsi untuk mengetahui posisi atau letak janin, dan  mengukur rongga panggul sebagai jalan lahir. 

Pemeriksaan Perut

Pemeriksaan perut bertujuan untuk mengetahui posisi janin apakah kepala janin sudah dibawah atau masih di atas dan juga mengukur pertumbuhan janin. Ibu hamil akan mendapatkan pemeriksaan ini setiap kali memeriksakan kandungannya baik di dokter maupun bidan.

Pemeriksaan Kondisi Kaki

Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah ada pembengkakan pada kaki. Biasanya kaki bengkak di alami oleh ibu hamil di minggu-minggu akhir kehamilannya, ini adalah normal. baca juga: 8 Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Pemeriksaan Uji Darah 

Tes darah saat hamil bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil. Saat hamil, tidak jarang mengalami berbagai macam komplikasi dan berbagai macam penyakit yang muncul. Komplikasi itu bisa dicegah dan bisa ditangani dengan melakukan tes darah. Tes darah biasa dilakukan di jari ibu hamil, namun tidak hanya bagian itu saja. Tes juga bisa dilakukan dengan mengambil sejumlah darah di otot lengan ibu hamil. Pengambilan sampel darah di otot lengan ibu hamil biasanya hanya dilakukan satu kali atau dua kali saja setiap kehamilan, sedangkan tes darah yang dilakukan di ibu jari bisa dilakukan berkali-kali. Selain itu pemerksaan uji darah ini berfungsi untuk mengetahui golongan darah, memeriksa kadar gula dalam darah, kadar hemoglobin dan zat besi, IMS, HIV, dan TORCH.

Pemeriksaan TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)

Salah satu fungsi dari tes darah yang dilakukan tersebut adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya virus TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Jika sampai ibu hamil menderita TORCH, resiko keguguran sangatlah besar. Tidak hanya itu saja, TORCH juga bisa membuat janin yang dilahirkan akan menderita kecacatan, komplikasi bahkan bisa menyebabkan kematian. Ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemeriksaan yang Harus Dijalani Saat Hamil"

Post a Comment