12 Tanda Bahaya Kehamilan

Dalam masa kehamilan, seorang ibu hamil harus megetahui tentang kondisi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Oleh karena itu mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil. Tanda bahaya kehamilan merupakan gejala yang timbul pada masa kehamilan yang jika tidak ditangani dengan serius maka akan membahayakan ibu hamil dan janin, dan akibat fatal yang bisa ditimbulkan adalah keguguran. 


Berikut ini merupakan tanda-tanda bahaya dalam masa kehamilan:

1. Kejang
Tanda bahaya yang pertama adalah kejang-kejang. Kejang merupakan salah satu tanda yang paling berbahaya yang biasa dialami oleh ibu hamil diawal-awal kehamilannya. Penyebab terjadinya kejang mungkin adanya kelainan pada bayi anda. Sebelum hamil mungkin bunda tidak pernah mengalami kejang, akan tetapi ketika hamil bunda sering mengalami kejang maka sebaiknya bunda memeriksakan kehamilannya pada dokter pribadi ya Bund!!. Sehingga penanganan lebih dini terhadap ibu hamil dan janin  bisa dilakukan. 

2. Ibu hamil mengeluarkan darah terus menerus
Setiap wanita hamil pasti sangat terkejut dan takut jika mengalami keluar darah saat hamil muda. Rasa takut ini wajar saja dialami oleh setiap perempuan, hal ini disebabkan karena kita berpikir telah terjadi sesuatu dengan kehamilan kita. Dan sebagai wanita hamil maupun suami yang memiliki isteri yang sedang hamil muda, ketika mengalami hal seperti ini janganlah panik. Hanya saja jika bunda mengalami pendarahan yang terus menurus, maka bunda harus memeriksakan ke dokter ya Bund!!!

3. Demam tinggi

Demam merupakan keadaan dimana suhu tubuh di atas normal (suhu normal 36,5-37,5 derajat C). Demam bisa disebabkan oleh penyakit yang diderita, terjadinya peradangan, atau serangan virus. Demam yang terjadi selama lebih dari 3 hari ada kemungkinan disebabkan oleh penyakit (malaria, tifoid, dan lain-lain). Dan jangan menyepelekan demam ya bund!!!
 
4. Keluar air ketuban
Air ketuban (cairan aminion) yang ada pada kantong kehamilan atau selaput ketuban dapat diibaratkan seperti air yang ada dalam balon. Adanya cairan tersebut membuat bayi bebas bergerak/ berenang dalam kantong kehamilan tersebut. Jika selaput ketuban mengalami robekan, baik yang terjadi karena trauma, ataupun yang terjadi secara spontan air ketuban itu dapat merembes keluar. Kebocoran yang terjadi pada kantung kehamilan sehingga membuat rembesan air ketuban dapat menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan bayi di dalam rahim terganggu, hal itu disebabkan oleh mudahnya bakteri masuk hingga menyebabkan infeksi.

5. Gerakan bayi berkurang atau tidak bergerak
Semakin bertambahnya bulan maka seharusnya gerakan bayi semakin keras dengan frekuensi yang semakain sering. Jika gerakan bayi bunda mengalami penurunan atau bahkan tidak bergerak sama sekali, maka bunda harus hati-hati dan segera konsultasi ke dokter.

6. Ibu hamil muntah dan tidak bisa makan terus menerus
Mual pada ibu hamil sebenarnya wajar dan justru menguntungkan karena mendorong ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan bernutrisi. Beda halnya jika ibu hamil merasa mual dan tidak bisa makan sama sekali maka nutrisi untuk janin terhambat. Ini berbahaya untuk kesehatan bayi anda.

7. Kram di daerah perut
Kram perut saat hamil, terutama di perut bagian bawah, tergolong normal. Seiring dengan perkembangan bayi dan rahim yang membesar, hal itu juga membawa perubahan pada tubuh ibu. Akan tetapi jika kram terjadi sangat hebat dan bunda tidak bisa menahannya, maka ini yang berbahaya.

8. Batuk
Batuk yang berbahaya ketika kehamilan, selain menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu, batuk tersebut juga membahayakan janin yang ada di dalam kandungan. Batuk akan menjadi bahaya jika menyebabkan gangguan kesehatan bagi ibu hamil misalnya saja infeksi sinus, penyakit paru-paru dan masih banyak lagi lainnya. Gangguan kesehatan itu secara tidak langsung bisa berpengaruh terhadap janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil.
 
9. Jantung berdebar-debar tanpa sebab
Tidak semua wanita hamil mengalami jantung berdebar saat hamil. Beberapa ibu hamil mengeluh jantung berdebar-debar saat menjalani bulan-bulan pertama kehamilan. Namun jika ibu hamil mengalami jantung berdebar-debar tanpa sebab sebaiknya bunda tetap memeriksakan ke dokter.

10. Gatal-gatal pada kemaluan dan keputihan berlebihan
Gatal dan Keputihan saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan. Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim  ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina.

11. Nyeri di kepala
Sakit kepala saat hamil dapat memburuk pada minggu-minggu pertama kehamilan, namun Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini tidak berpengaruh kepada janin. Akan tetapi anda tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi obat-obatan yang dilarang diminum saat hamil. Yang berbahaya bagi janin adalah ketika ibu hamil mengkonsumsi obat yang dilarang ini.

12. Bengkak pada lengan dan kaki satu sisi saja
Bengkak biasanya di alami oleh ibu hamil di awal awal kehamilan. Bengkak di akibatkan karena aliran darah yang tidak lancar. Biasanya bengkak dialami oleh ibu hamil di kedua telapak kaki atau di kedua lengan. Bunda perlu memeriksakan ke dokter pribadi jika bengkak yang terjadi hanya pada satu sisi saja, misalkan kaki kanan saja atau kaki kiri saja.

Semoga setelah membaca artikel ini, bunda lebih waspada terhadap kehamilan bunda!!!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "12 Tanda Bahaya Kehamilan"

Post a Comment