Apa itu Air Ketuban dan Fungsinya?

Apa itu Ketuban?

Ketuban merupakan cairan kantong amnion yang bersifat memberikan zat gizi dan perlindungan. Setelah 20 minggu 20 minggu atau ketika terjadinya keratinisasi kulit ( proses pembentukan lapisan keratin dari sel-sel yang membelah), jumlah cairan ketuban bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi cairan ketuban, misalnya urine janin. Awalnya, cairan ketuban terdiri dari air dan elektronik, namun setelah 12-14 minggu akan berisi protein, lemak, fosfolipid, dan urea yang akan membantu pertumbuhan janin. 


Perlu untuk diketahui, air ketuban tidak membuka apalagi mendorong janin keluar. Yang bertugas untuk mendorong janin keluar adalah kontraki rahim. Jadi, pembukaan mulut rahim dan dorongan bayi untuk lahir akan tetap terjadi selama ada kontraksi meski ketubansudah pecah atau kadar airnya sangat sedikit. 

Sejak usia kehamilan measuki 12 minggu, janin mulai minum air ketuban dan mengeluarkannya dalam bentuk air seni. Jadi, ada pola berbentuk lingkaran atau siklus yang berulang. Jumlah cairan dalam ketuban dapat dipantau melalui USG, tepatnya menggunakan parameter AFI (Amniotic Fluid Index).

Pada kehamilan normal, saat cukup bulan jumlah cairan ketuban sekitar 1000 ml. Semestinya volume air ketuban tidak sama persis dari waku ke waktu. Volume air ketubanmengalami puncak di umur kehamilan sekitar 33 minggu, yakni sekitar 1-1,5 liter dan berangsur-angsur berkurang saat mendekat kehamilan cukup bulan (40 minggu). Cairan ketuban dikatakan kurang jika volumenya lebih sedikit dari 500 ml. Kejadian ini disebut oligohidramnion.

Apa fungsi cairan ketuban?

  1. Sebagai bantalan, peredam, atau pelindung yang menjaga janin dari benturan luar
  2. Cairan ketuban memungkinkan janin leluasa bergerak dan tumbuh bebas kesegala arah
  3. Sebagai benteng terhadap kuman dari luar tubuh ibu
  4. Menjaga kestabilan suhu tubuh janin
  5. Alat bantu diagnostik dokter pada pemeriksaan amniosentesis ( tes untuk mendeteksi kelainan genetik, penyakit meabolik dan kromosom pada bayi, serta untuk menentukan jenis kelamin).
Peringatan : Bunda harus curiga jika ada cairan yang keluar secara berlebihan atau sedikit tetapi terus menerus melalui vagina. Cairan ini biasanya berbau anyir, warnanya jernih, dan tidak kental. Sangat mungkin cairan itu adalah cairan yang keluar atau merembes karena ketuban mengalami perobekan. Segeralah periksakan ke dokter kandungan.

Segera konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk memastikan apakah itu cairan ketuban atau bukan. Bunda juga bisa melakukan tes ringan dengan menggunakan kertas lakmus. Bila cairan yang keluar adalah air ketuban, maka tes keasaman cairan bersifat basa dan kertas lakmus akan berubah berwarna biru. Salah satu kemungkinan terjadiya ketuban pecah dini adalah infeksi vagina. Dengan demikian, Bunda harus berupaya menjaga kebersihan agar tidak terkena infeksi jalan lahir untuk mencegah terjadinya ketuban pecah dini. Supaya volume cairan ketuban kembali normal, dokter umum biasanya menganjurkan ibu hamil untuk menjalani pola hidup sehat. terutama makan dengan asupan makanan yang bergizi.
baca juga : Manfaat pola hidup sehat bagi ibu hamil
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa itu Air Ketuban dan Fungsinya?"

Post a Comment