Bolehkan Pemberian ASI pada Bayi yang sedang Diare ???

Setiap Ibu pasti panik jika bayi mereka mengalami diare. Kebanyakan dari mereka menghentikan ASI karena takut diarenya tambah parah. Berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai pentingnya pemberian ASI pada bayi yang mengalami diare.

Bayi yang mengalami diare tidak hanya mengalami kekurangan cairan dalam tubuhnya, tetapi juga mengalami gangguan keseimbangan atau yang disebut hipoglikemia. Hipoglikemia terjadi karena kurngnya glukosa dalam darah bayi. Akibat yang bisa ditimbulkan, bayi akan mudah lelah, tubuh lemas, mudah berkeringat, bahkan kejang.



ASI sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bayi secara terus-menerus sampai usia 2 tahun. Jangan berhenti menyusui bahkan ketika bayi mengalami diare atau muntah-muntah. Jika berhenti maka akan mengurangi asupan nutrisi yang penting untuk membentuk daya tahan tubuh bayi yang seharusnya bayi dapatkan. Bahkan diare sering terjadi ketika bayi mengkonsumsi susu formula, karena intoleransi terhadap laktosa. ASI mengandung zat anti bakteri pada bayi yang diare, dan membunuh kuman-kuman di saluran pencernaan bayi yang menyebabkan diare.

Pada kondisi bayi yang sedang mengalami diare, bayi tetap harus mengkonsumsi cairan pengganti yang hilang. Nah, kondisi ini bunda harus pintar dalam menyikapinya. Jangan langsung menghentikan menyusui bayi anda. Karena pada dasarnya, ASI adalah cairan yang paling tepat untuk menjaga kondisi tubuh bayi anda.

Untuk bayi yang mengalami dehidrasi berat, bunda harus waspada. Dalam kasus ini dehidrasi berat adalah bayi tidak mau makan dan minum. Sebab, bayi yang sedang mengalami diare bisanya tidak mau makan dan minum, menolak makanan yang diberikan. Kalau sudah begini, sebaiknya bunda membawa ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan yang lebih detail dan serius.

Pedoman pemberian makan pada bayi yang mengalami diare:

  1. Bayi berusia 0 - 6 bulan. Di usia ini, bayi hanya bisa diberi asupan makanan yaitu Air Susu Ibu ( ASI). Paling sedikit 8 kali dalam sehari, kalau bisa 2 jam sekali. Dan janganlah sekali-kali memberikan makanan selain ASI
  2. Bayi berusia 6 - 9 bulan. Tetap memberikan ASI sebagai nutrisi pokok tubuh bayi. Selain itu berikan makanan pendamping ASI yang lembut seperti bubur, susu dan pisang. 
  3. Balita usia 9 - 12 bulan. Teruskan pemberian ASI. Berikan makanan sebagai pendamping ASI yang padat dan kasar seperti nasi tim, bubur nasi.
  4. Balita usia 12 - 24 bulan. Tetap memberikan ASI eksklusif sampai usia 24 bulan / 2 tahun. Mulailah berikan makanan keluarga secara bertahap seperti sayuran, lauk pauk, nasi, buah-buahan. Perhatikan makanan yang dimakan, jangan sampai makanan sampah (junk food) diberikan kepada anak anda. Tips terakhir berikanlah makanan yang bervariasi agar anak mau makan dan tidak bosan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bolehkan Pemberian ASI pada Bayi yang sedang Diare ???"

Post a Comment